SELAMA DATANG
DI

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN AL FALAH
KOMPETENSI KEAHLIAN :

TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK - TEKNIK PEMELIHARAAN MEKANIK INDUSTRI
TEKNIK KENDARAAN RINGAN - REKAYASA PERANGKAT LUNAK

HomeInformasiBeritaMewujudkan PMU Bermutu

Mewujudkan PMU Bermutu

Jika dilihat dalam tiga tahun terakhir selama kepemimpinan Surya Dharma selaku Direktur Pembinaan PTK Dikmen, telah digulirkan sejumlah program unggulan untuk menggenjot peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pada jenjang pendidikan menengah.

Program-program itu dimaksudkan untuk mengatasi berbagai persoalan di atas, meski sampai sekarang baru sebagian saja yang berhasil teratasi. Program-program unggulan itu antara lain, pertama, menyusun rencana kebutuhan guruDikmen secara valid yang didasarkan kebutuhan dari bawah (bottom up). Agar perencanaannya valid, maka harus dilakukan dari bawah, yakni sekolah, kemudian berlanjut ke kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Dengan pola bottom up seperti itu, diharapkan pemenuhan kebutuhan guru dilakukan secara tepat, sehingga tidak ada lagi kelebihan dan kekurangan guru. 

 

Khusus untuk mengatasi kelangkaan guru-guru produktif di SMK, Dit. Pembinaan PTK Dikmen meluncurkan terobosan program talent scouting. Program ini bekerjasama dengan 11 Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK), yakni lembaga yang memproduksi calon guru. Hingga kini sudah ada 440 mahasiswa yang mengikuti program ini yang berasal dari fakultas nonkependidikan. Mereka merupakan mahasiswa semester tujuh atau menjelang lulus, diterjunkan ke sejumlah SMK di berbagai daerah untuk membantu mengajar selama enam bulan.


Kedua, bantuan dana (subsidi) untuk peningkatan kualifikasi akademik bagi yang belum sarjana maupun yang sudah S-1 untuk melanjutkan ke S-2. Sasarannya adalah para guru SMA, SMK, dan SMALB. Pada tahun 2011, program ini diarahkan untuk meningkatkan kualifikasi 2.616 guru, masing-masing terdiri dari 1.000 guru SMA, 1.366 guru SMK dan 250 guru SMALB. Berikutnya,
tahun 2012 jumlahnya menurun karena keterbatasan anggaran, yakni sebanyak 1.083 orang, yang meliputi guru SMA 458 orang, guru SMK 375 orang dan guru SMALB 250 orang. Untuk tahun 2013 ini jumlahnya ditingkatkan lagi menjadi 2.914 orang, terdiri dari 1.030 guru SMA, 1.364 guru SMK, dan 520 guru SMALB.


Ketiga, peningkatan kompetensi guru Dikmen. Program ini sangat penting lantaran berdasarkan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2012 lalu tampak bahwa kompetensi guru-guru Dikmen, sebagaimana pula guru-guru Pendidikan Dasar, masih memprihatinkan. Hasil UKG itu sekaligus menegaskan asumsi masyarakat selama ini bahwa kompetensi guru-guru kita pada umumnya masih kurang menggembirakan. Upaya yang dilakukan Direktorat Pembinaan PTK Dikmen untuk meningkatkan kompetensi guru antara lain melalui bimbingan teknis, pengembangan karier, dan pemetaan kompetensi profesional guru matapelajaran yang diujikan di Ujian Nasional (UN). Khusus yang terakhir ini, pemetaan dimaksudkan untuk mencari penyebab utama kurang kompetensinya guru-guru matapelajaran UN. Jika penyebabnya sudah ditemukan, maka diharapkan program-program peningkatan kompetensi mereka melalui bimbingan teknis dan pelatihan bisa dilakukan secara tepat sasaran, efektif dan efisien. 


Peningkatan kompetensi guru juga harus dikaitkan dengan Kurikulum 2013. Oleh karena itu, materi bimbingan teknis dan pelatihan harus menekankan pola pembelajaran dan tuntutan untuk menghasilkan siswa yang siap menghadapi kehidupan abad 21, yang hal ini sangat ditekankan dalam Kurikulum 2013.


Keempat, pemilihan PTK Berprestasi dan Berdedikasi Nasional. Program ini sudah berjalan cukup lama, yang dulu bertajuk Pemilihan Guru Teladan Nasional. Program ini merupakan penghargaan bagi guru-guru yang berprestasi dan berdedikasi. Melalui ajang ini, diharapkan mereka yang terpilih setelah melalui seleksi di tingkat kabupaten/kota dan provinsi bisa menularkan kompetensinya kepada guru-guru yang lain. Penghargaan serupa juga diberikan kepada pengawas dan kepala sekolah.


Kelima, pengembangan profesi secara berkelanjutan. Program ini untuk mendorong para guru maupun tenaga kependidikan agar memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan profesinya secara mandiri. Jika saat ini pola pengembangan profesi guru masih dilakukan secara top down, maka ke depan harus didorong polanya harus bersifat bottom up. Guru harus secara mandiri mencari bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengembangan kompetensinya. Peran Direktorat Pembinaan PTK Dikmen lebih sebatas sebagai fasilitator.
Keenam, khusus terkait pengawas sekolah dan kepala sekolah, sebenarnya sudah ada regulasi yang sangat baik untuk meningkatkan kompetensi mereka, yakni Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah dan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah. Di dalamnya telah diatur secara rinci kualifikasi, kompetensi, dan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh pengawas dan kepala sekolah. Sayangnya, aturan ini kurang diindahkan oleh bupati/walikota. Direktorat Pembinaan PTK Dikmen sebatas melakukan bimbingan teknis dan membuat aturan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Namun yang paling berperan dalam melakukan pembinaan adalah pemerintah daerah. Oleh karena itu, jika pendidikan kita mau lebih baik, maka aturan tersebut harus ditegakkan.


Berbagai upaya meningkatkan mutu PTK Dikmen tersebut sekaligus dimaksudkan untuk mewujudkan program Pendidikan Menengah Universal (PMU) atau Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 Tahun yang bermutu. Inilah tantangan nyata yang akan dihadapi oleh Direktur Pembinaan PTK Dikmen yang baru, Drs. Purwadi Sutanto, M.Si. Oleh karena itu, agar program PMU yang mulai digulirkan tahun ini benar-benar sukses baik dari sisi akses maupun kualitasnya, maka mutu guru dan tenaga kependidikannya juga harus dipacu.