SELAMA DATANG
DI

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN AL FALAH
KOMPETENSI KEAHLIAN :

TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK - TEKNIK PEMELIHARAAN MEKANIK INDUSTRI
TEKNIK KENDARAAN RINGAN - REKAYASA PERANGKAT LUNAK

HomeInformasiBeritaNaikkan Gaji Guru, Presiden Tak Mau Berutang

Naikkan Gaji Guru, Presiden Tak Mau Berutang

TEMPO.COJakarta - Bertemu dengan sekitar 9.000 orang guru di Sentul, Jawa Barat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku mendapat "titipan sponsor" dari Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Sulistiyo, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh. 

 

"Tadi ada titipan sponsor, saya sudah menginstruksikan setahun ke depan ini benahi dan tata peraturan pemerintah agar guru negeri atau swasta itu mendapatkan jenjang karier atau pembinaan yang lebih baik, termasuk urusan kesejahteraanya," kata Yudhoyono, yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan para guru di Sentul International Convention Center, Selasa, 4 Desember 2012.

 
Tetapi, Yudhoyono melanjutkan, peningkatan kesejahteraan para guru harus sejalan dengan kemampuan negara, kemampuan anggaran pendapatan dan belanja negara dan anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk membayar para guru. "Tidak boleh dan dilarang agama, berutang ke negara lain untuk meningkatkan kesejahteraan," kata dia. 


Tanpa menjelaskan berapa persen gaji guru yang bisa ditingkatkan, Yudhoyono justru meminta para guru berdoa dan bekerja keras agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik. "Mari jaga bersama-sama. Kalau ekonomi tumbuh dengan baik, penerimaan negara meningkat, maka APBN meningkat, anggaran pendidikan meningkat, dan kesejahteraan guru pasti meningkat." 


Presiden meminta para guru untuk mengajak seluruh rakyat, termasuk para elite politik, untuk menjaga stabilitas politik dan menjaga tegaknya hukum dan keadilan. Dengan begitu, investasi dan dunia usaha berkembang dengan baik dan korupsi bisa berkurang. "Itu perjuangan kita. Itu jihad kita," kata dia.